PENGALAMAN YANG BAIK TAPI BURUK

Hidup gue penuh dengan lika-liku dunia. Ya emang sih gue belum ngerasain asam garam kehidupan, tapi setidaknya gue udah ngerasain asamnya garam dapur yang rumus kimianya adalah NaCl.



Seperti yang gue bilang tadi hidup gue penuh lika liku, banyak tikungan dan sering di tikung. Ternyata sakit ya rasanya ditikung, apalagi ditikung temen. Lika liku yang gue maksud di sini adalah ada beberapa kejadian di hidup gue yang sangat membekas di gue dan akan gue ceritakan kali ini.
Oke langsung aja ke topik. Pernah dengar istilah LDKS atau kepanjangannya adalah Latihan Dari Kesengsaraan. Ya, LDKS itu adalah hal yang membuat lu sengsara dan merasa bahwa hidup ini kejam tapi tenang aja gak sekejam ibu tiri seperti di sinetron-sinetron gitu.



Kalo lu mau ikut LDKS biasakan jadi orang sengsara terlebih dahulu misalnya lu ngemis di perempatan, makan bakso gak pakek sendok, makan soto gak pakek kuah, nonton youtube pakek pulsa tanpa paket internet atau hal sengsara yang lainnya. Kalo lu udah jadi orang yang sengsara baru deh lu bisa ikut LDKS. Buat yang gak bisa tidur kalau gak ditemenin mamanya alias anak mama jangan coba coba ikut deh, atau kalau mau ikut juga gak papa ajak LDKS ajak sekalian mama lu.
Oke yang ini serius, LDKS adalah latihan dasar kepemimpinan siswa dimana kepemimpinan sebagai seorang manusia bakalan diuji disini. Lu bakalan diajarin gimana caranya memimpin ya minimal memimpin diri lu sendiri sebelum memimpin orang lain.
Gue belajar banyak banget saat gue mengikuti LDKS, gue banyak berubah setelah mengikuti LDKS. Udah berapa kali ya gue ikut LDKS? ada yang tau? Apakah 10 kali? Apakah 7 kali? SALAH !!! gue mengikuti LDKS sebanyak 4 kali, dan itu artinya gue udah 4 kali menjadi orang yang sengsara.
Waktu itu hari senin seperti siswa pada umumnya gue berangkat dari sekolah lalu duduk di kelas dan mendengarkan guru menerangkan di kelas.
Tiba tiba saat pelajaran kimia masih berlangsung di kelas gue, ada panggilan dari speaker central dari ruang bimbingan konseling (BK) yang di salurkan ke tiap tiap kelas, fungsi speaker itu adalah untuk panggilan dan untuk radio sekolah agar bisa di dengar di tiap-tiap kelas.
‘Assalamualaikum wr.wb panggilan kepada Muhammad Imron kelas 11C dimohon untuk ke ruang BK sekarang juga, sekali lagi panggilan kepada Muhammad Imron kelas 11 C dimohon untuk ke ruang BK sekarang juga. Terima kasih’
Gue beranjak dari kursi gue lalu meminta ijin kepada guru kimia gue.
‘saya ijin dulu ke ruang bk ya bu’ kata gue
‘iya silahkan’ kata guru gue
Gue membuka pintu kelas lalu menuju ke ruang BK. Disana sudah ada pak Roy yang sudah menunggu gue. Pak roy adalah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang biasa mengurusi kegiatan siswa dan juga sebagai atasan gue di OSIS.
‘ini Mron, senin depan ada LDKS kota kamu mau ikut gak?’ kata pak Roy
‘iya mau pak, tapi senin kan UTS pak’
‘iya kamu hubungi guru mata pelajaran di kelasmu minta UTS susulan, tapi bilang dulu ya ke bu Yuni’ kata pak Roy.
Gue pun langsung menemui bu Yuni.
‘Bu saya kan senin-kamis depan ikut kegiatan LDKS kota jadi saya tidak bisa mengikuti UTS, apakah boleh minta ijin buat minta ujian susulan ke guru yang mengajar di kelas saya?’ Tanya gue ke bu Yuni wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
Gue telebih dahulu minta ijin ke bu Yuni karena beliau sebagai wakil kepala sekolah bagian kurikulum, jadi hal yang berkaitan dengan kurikulum seperti UTS, UAS atau jadwal belajar mengajar.
Dengan senyum bahagia di wajahnya bu Yuni menjawab pertanyaan gue tadi ‘ohh iya silahkan kamu hubungi guru masing-masing mata pelajaran yang mengajar di kelasmu ya’
‘iya siap bu’ jawab gue
Bu Yuni yang waktu itu lagi duduk di kursi beranjak dari kursi warna hitam yang empuk itu, beliau berjalan ke meja guru-guru yang lainnya, gue pun mengikuti. Setelah sampai di meja bu Lia beliau berkata ‘Bu ini Imron mau ikut LDKS kota katanya, gak bisa ikut UTS. Minta ujian susulan’
Bu Yuni melanjutkan sambil melihat gue ‘nih bilang Mron sama bu Lia, Bu Lia ngajar biologi kan di kelasmu?’
Dengan wajah yang polos gue jawab ‘iya bu’ lalu gue melihat bu  lalu mengulangi yang disampaikan bu Yuni tadi ‘iya bu saya senin depan ikut LDKS kota, saya mohon ijin untuk mengikuti UTS susulan’
‘saya ndak mau ujian susulan gimana kalo ujian dulu aja’ kata bu Lia
‘eemm ujiann duluann yaa buu’ kata gue berkeringat saking kagetnya. Apakah mampu orang sebodoh gue ini ujian duluan dibandingkan teman teman gue, biasanya gue gak belajar dan hanya mengandakan contekan dari temen gue.
‘gimana? Mau ndak ujian duluan?’
Dengan keterpaksaan yang mendalam gue berkata ‘iya bu saya mau’
Dengan modal kenekatan yang gue punya, 2 hari setelah itu mengikuti ujian duluan seperti yang gue dan bu  sepakati, dan hasilnya ada lah gue gak belajar, dari 10 soal yang ada gue hanya bisa menjawab 5 dan itupun gak tau bener atau salah. Gue stress minta ampun.



Setelah gue mengerjakan, gue menemui pak Roy untuk mengambil surat tugas, sebagai bukti gue ditugaskan oleh kepala sekolah untuk mengikuti LDKS kota.
‘nih surat tugasmu, jangan sampai hilang ya senin besok jangan lupa dibawa’ kata pak Roy
‘iya pak siap’
Tempat LDKS Kota adalah di Kolat Koarmatim tapi sebelum kesana tempat berkumpul untuk peserta adalah di Dinas Pendidikan terlebih dahulu. Gue bersama pak Roy dan bu Yuni menggunakan mobil Karimun berwarna ungu. Setelah sampai di tempat, bu Yuni menuju kantor Dinas pendidikan sedangkan gue dan pak Roy di tempat pendaftaran untuk peserta LDKS kota.
Gue mencari nama sekolah gue lalu bertanda tangan di kertas absen sebagai bukti untuk kehadiran gue mewakili sekolah. Setelah gue selesai tanda tangan bu Yuni dan pak Roy berpamitan untuk kembali ke sekolah sedangkan gue berbaris dengan pleton gue menunggu bis yang akan membawa kami ke Kolat Koarmatim.
Setelah sampai di Kolat Koarmatim sekitar jam 2 siang kami langsung menuju lapangan untuk latihan apel pembukaan terlebih dahulu. Bayangin dah tuh gimana rasanya di lapangan saat jam  siang. Rasanya seperti menjadi daging sate ayam yang lagi di bakar di atas arang.
Setelah selesai latihan itu kami menuju mess yaitu tempat peristirahatan kami untuk menata barang bawaan kami. Mess nya ruangan besar dan beralaskan karpet untuk kami tidur, tidak ada bantal dan kasur, di LDKS kami dituntut untuk tahan dengan segala keaadan. Dalam perjalanan menuju mess gue sempet berkenalan dengan Andi. Dia berwajah bulat, tinggi kira kira 168 cm dan rambutnya bergelombang.
Sebenarnya gue agak canggung bila berkenalan dengan orang baru, karena itu waktu gue berjalan dan Andi di sebelah gue, gue hanya menundukkan kepala aja. Tiba tiba dia membuka percakapan ‘dari sekolah mana?’
‘SMK Farmasi, kalo lu?’ jawab gue singkat
‘gue dari SMA Giki 3, sekolah lu jurusannya farmasi? Farmasi itu apa?’ Tanya dia
Sampailah di mess sambil menata tas dan barang barang gue, gue menjawab pertanyaan Andi ‘ya obat obata gitulah’
‘wihh keren dong’ kata dia kagum
Tiba tiba ada 2 anak yang satu memakai seragam putih-putih berkulit hitam, rambutnya kriting dan yang satunya lagi seragam putih abu abu, agak tinggi dan berbadan besar ikut dalam pembicaraan kami. Yang memakai putih-putih adalah Roby dan yang satunya lagi adalah Reno
‘oh lu dari jurusan farmasi ya’ Tanya Roby sambil memandang gue
‘iya gue farmasi, lu farmasi juga’ Tanya gue
Roby duduk di sebelah gue lalu menjawab ‘engga gue perawat’
‘ya sebelas dua belas sih hehe’ jawab gue
Waktu telah memasuki sholat ashar. Kami ber-4 bersama sama menuju masjid. Dalam perjalanan menuju masjid tiba tiba Andi menoleh kearah gue dan Roby ‘kalo obat paracetamol tuh diminumnya berapa kali sih sehari?’
Lalu gue menjawab ‘biasanya sih 3x sehari, emangnya kenapa Ndi kok lu nanya paracetamol?’
‘engga sih badan gue lagi agak panas dikit rencananya habis sholat ini gue mau minum paracetamol yang ada di tas gue. Tadi pagi gue udah minum sih tapi masih agak panas ini, mau minum lagi’ kata Andi
Tiba tiba Roby dengan semangat berkata ‘ya gak papa sih, kan maksimal 3x sehari. Tapi jangan di biasain minum paracetamol, bisa merusak ginjal kalo terus terusan’
‘wah enak ya kalian yang SMK jurusan keehatan bisa tau soal gituan. Kalo aku sih dari SMA mana tau obat obat gitu. Palingan taunya integral sama hukum newton 1,2 dan 3 haha’
Setelah mendengar kata kata Andi barusan dalam hati gue berfikir, dia belom tau aja gimana rasanya belajar farmasi. Anak farmasi akan menjadi dukun bila sedang belajar, gimana engga mulutnya komat kamit lalu mata dengan tatapan kosong. Bukan hanya mata yang kosong tetapi hati juga, syedih kan jadinya.
Setelah selesai sholat lanjut lagi untuk melaksanakan apel di lapangan.
Apel pun dimulai semua tampak serius, tidak boleh menoleh kanan dan kiri, harus memandang ke depan dan badan harus tegap.
Saat amanat dari Pembina apel gue merasa gatal di bagian lutut gue. Gak mungkin gue menggaruknya karena di belakang barisan gue ada Pembina yang sedang mengawasi. Gue hanya pasrah dengan kegatalan ini.
Sampai akhirnya seolah ada bisikan halus sehalus cintanya padaku, tapi gue gak punya pacar gimana dong? Oke kembali ke topik tiba tiba tercetus pikiran gue ‘belakang gue kan besar sedangkan gue kecil, gak mungkin kan Pembina melihat gue dengan badan kurcaci gue ini.
Dengan keberanian yang mendalam dan do’a yang tidak ada habisnya akhirnya gue memberakan diri menggaruk lutut gue. Tangan gue pun turun ke lutut lalu perlahan lahan menggaruknya, ‘aaahhh nikkmatt bener’ kata gue dalam hati. Mata gue sampe merem melek karena enaknya dan gue juga bersyukur Karena ternyata dugaan gue bener, Pembina gue tidak melihat gue melakukan hal nikmat ini.
Apel pun selesai.
‘semua tetap di tempat dan jangan bubar barisan dulu’ kata Pembina di depan
Anak di sebelah gue mengeluh dengan suara yang imutnya tapi dengan nada pelan karena mungkin dia takut terdengar Pembina ‘halah apaan lagi sih ini capek loh’ gue melihat ternyata dia cewek dengan rambut se bahu dan kulitnya putih. Gue menoleh dia dan dia juga menoleh, kita sempat bertapapan selama beberapa detik lalu gue kembali menoleh ke depan lagi, kita seperti di FTV gitu. Awal ketemu saling pandang, kenalan lalu jadian. Tapi sepertinya itu gak akan terjadi karena tadi saat dia melihat gue dengan alis diangkat satu, seolah dia jijik dengan gue, yah FTV telah memberikan harapan palsu ke gue.
Lalu Pembina melanjutkan ‘yang merasa laki-laki silahkan membuat barisan di depan dan yang perempuan tetap di tempat’
Kami pun keluar barisan lalu membuat barisan baru di depan. Hal yang sama tidak akan gue ulang, gue gak mau di barisan belakang lagi, gue mau barisan di depan. Dengan kecepatan maksimal dan usaha yang keras akhirnya gue mendapatkan barisan ke 2. Lumayan lah setidaknya hanya satu punggung yang gue lihat.
‘sekarang yang laki-laki hadap kiri’ lanjut Pembina
Kami pun menghadap kiri
‘sekarang jongkok’
Kami jongkok
‘sekarang jalan jongkok, jangan berhenti sampai saya bilang “berhenti” jika ada yang ketahuan berhenti silahkan push up 100 kali’
Semua jalan jongkok, setelah beberapa 1 menit sekali Pembina memerintahkan kami untuk putar balik. Kami bolak balik sebanyak 4 kali. Yah lumayan lah sebanyak 4 menit kita jalan jongkok bolak balik. Ada yang sempat berhenti dan alhasil kena push up 100 kali deh.
‘sekarang berdiri’
Kami pun berdiri
‘sekarang jongkok lagi’
Kami jongkok
‘sekarang berdiri lagi’
Kami berdiri
‘sekarang jongkok lagi, lakukan itu berulang ulang jangan berhenti sampai saya bilang “berhenti” kalau berhenti silahkan push up sebanyak 100 kali’
Kami berdiri dan jongkok secara berulang ulang dengan tangan di angkat di belakang kepala, ketika itu ketek anak sebelah gue rasanya menyengat sekali, padahal ini dilapangan loh kok bisa ya sampai menyengat seperti itu. Baunya seperti telur yang sudah berumur 10 tahun, bayangin aja deh tuh busuknya seperti apa.
Akhirnya dengan hal yang tidak diinginkan terjadi seperti ini maka gue mempunyai tugas lagi selain berdiri dan jongkok secara berulang, yaitu tahan nafas. Jadi sambil gue jongkok dan berdiri gue menahan nafas gue untuk menyelamatkan hidup gue. Pada saat sela sela antara berdiri dan jongkok baru deh tuh gue menyempatkan untuk ambil nafas.
Gue bingung dia mandi pakai sabun apa sampai seperti itu baunya dan sampai membuat paru-paru gue lembur kerjanya. Apakah dia memakai sabun yang sudah kadaluwarsa? Ataukah dia memakai pasta gigi sebagai sabun dengan cara mengoleskan pasta gigi di tubuhnya lalu disikat dengan sikat gigi? Masih menjadi misteri.
Lega rasanya setelah 5 menit jongkok dan berdiri, pelatih berkata ‘oke berhenti, silahkan berdiri’
‘kembali ke barisan yang semula tadi’ lanjut pelatih
Kami bubar barisan kembali ke barisan semula.
Pengalaman ketek bau tadi membuat gue merasa bahwa ketek adalah hal yang sepele dan sering diremehkan tetapi efeknya sangat dahsyat. Seringkali kita meremehkan hal sepele dan ujungnya ada efek besar yang akan terjadi. Jika kalian sering diremehkan maka teori ketek tadi adalah jawabannya, buatlah ketek kalian bau !!!



Komentar